Senin, 13 Mei 2013



Menemukan Dalil Pythagoras dan Membuktikan Dalil Pytagoras
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah
"Matematika 3”
                                                                          

Dosen Pengampu : Kurnia Hidayati

       Disusun oleh :
Arina Alfi Khoiroh                 (210611089).

JURUSAN TARBIYAH
PRODI PGMI / SEMESTER IV.
SEKOLAH TINGGI AGAM ISLAM NEGERI
STAIN ( PONOROGO )
JL. PRAMUKA NO. 156 TELP. 0352-481277 FAX O352-461893.



BAB 1
PEMBAHASAN

  1. Dalil pythagoras
Dalam matematika, teorema pythagoras adalah suatu keterkaitan dalam geometri euklides antara tiga sisi sebuah segitiga siku-siku .teorema ini dinamakan menurut nama filsuf dan matematikawan yunani abad ke -6SM, Pythagoras. Pythagoras sering dianggap sebagai penemu teorema ini meskipun sebenarnya fakta-fakta teorema ini sudah diketahui oleh matematikawan india (dalam sulbasutra budhayana dan katyayana), yunani, tionghoa dan babilonia jauh sebelum pythagoras lahir. pythagoras mendapat kredit karena ialah yang pertama membuktikan kebenaran universal dari teorema ini melalui pembuktian matematis.

Sebuah segitiga siku-siku adalah segitiga yang mempunyai sebuah sudut siku-siku, kakinya adalah dua sisi yang membentuk sudut siku-siku tersebut, disebut sisi siku-siku. Dan hipotenus adalah sisi ketiga yang berhadapan dengan sudut siku-siku tersebut. teorema pythagoras mengungkapkan hubungan antara dua sisi siku-siku dan hipotenous suatu segitiga siku-siku. Pythagoras menyatakan teorema ini dalam gaya geometris,sebagai pernyataan tentang luas persegi:

Jumlah luas persegi pada kaki sebuah segitiga siku-siku sama dengan luas persegi di hipotenus. dengan menggunakan aljabar, kita dapat memformulasikan ulang teorema tersebut kedalam pernyataan modern dengan mengambil catatan bahwa luas sebuah persegi adalah pangkat dua dari panjang sisinya. Jika sebuah segitiga siku-siku mempunyai sisi-sisi siku-siku dengan panjang a dan b dan hipotenus dengan panjang c,  maka a2+ b2=c2 .
Teoremna ini telah menarik perhatian banyak ilmuwan, sehingga terdapat lebih ratusan cara pembuktiannya.



B.Menemukan dalil pytagoras



Pythagoras menyatakan bahwa : “Untuk setiap segitiga siku-siku berlaku kuadrat panjang sisi miring (Hipotenusa) sama dengan jumlah kuadrat panjang sisi siku-sikunya.”









C.Pembuktian dalil pytagoras
 1.      Pembuktian 1
Dibawah ini ada 2 gambar persegi;


Persegi 1.
Ada 2 persegi dengan panjang sisi masing-masing a dan b dan 4 segitiga siku-siku dengan panjang sisi siku-sikunya a dan b
Persegi 2
Sedangkan ada 2 persegi dengan panjng sisi miring a dan b ,serta empat segitiga siku-siku dengan panjang sisi siku-sikunya a dan b.karena luas keempat segitiga pada kedua persegi tersebut sama dapat disimpulkan “bahwa jumlah luas  dua persegi dengan masing-masng panjang sisinya adan b akan sama dengan luas persegi yang panjang sisinya c”
Selanjutnya ,karena luas persegi dengan panjang sisinya a,b,dan c masing-masing adalah a,b,dan c sehingga dapat disimpulkan
a² + b² = c²
  1. Pembuktian cara 2
Digunakan empat segitiga siku-siku yang sama dengan siku-siku a dan b,dan hipotenousnya c. Tiga segitiga terakhir, masing-masing telah diputar 90o,180o,dan 270o.



 Masing-masig segitiga ini memiliki luas ab/2, sehingga jumlah luas keempat segitiga diatas adalah 2ab. keempat segitiga ini dapat disusun menjadi persegi berlubang berikut ini.


Lubangnya berbentuk persegi dengan panjang sisinya(a-b), sehingga luasnya adalah (a-b), perhatikan bahwa
Luas persegi besar =luas persegi kecil  4 × luas segitiga
               c2   = S + 4. ½ a.t
               c2   = (a-b)+ 4.1/2 a.b
               c2    = a2-2ab+b2 + 2 a.b
               c2   = a2 + b2
contoh: 
sebuah sigitiga siku-siku mempunyai luas 24 cm2. panjang alasnya 6 cm. Berapa cm panjang sisi miringnya?
Jawab:
L =  ½ a × t
24 cm2= ½ x 6 cm x t
24 cm2 = 3 x t
t= 24 cm2/3
t= 8 cm
Jadi tinggi segitiga itu adalah 10cm




BAB II
Penutup

Kesimpulan
  
Kuadrat sisi miring suatu segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat dua sisi lainnya








DAFTAR PUSTAKA

Tim Lapis PGMI Matematika 3
http://madematik.wordpress.com/2012/02/04/teorema-pythagoras/19.03/5-03-2013



Tidak ada komentar:

Posting Komentar